Archive for the ‘Makanan Surabaya’ Category

PostHeaderIcon Myoung Ga Traditional Korean Restaurant

Pertama kalinya makan masakan Korea, xixi.. #katrok mode :)

Tulisan ini bukan berupa preview foto dari makanan Korea, tetapi lebih ke penjelasan cara penyajian & makan di restaurant Korea, terutama yang masih tradisional seperti di Myoung Ga Traditional Korean Restaurant ini. Selain sharing ke teman-teman Liburan Murah, juga mengingatkan saya supaya tidak lupa kalau lain kali balik lagi ke sini, karena baru pertama kali ini coba makanan Korea & rasanya agak kagok, mesti tanya2 dulu sama waitress, hehe..

STEP #1

Pertama kali kita datang, waitress akan mempersilahkan kita memilih tempat duduk. Ada 2 pilihan tempat, bisa lesehan maupun duduk di kursi.

STEP #2

Memilih menu makanan. Secara garis besar ada 2 pilihan menu, yaitu:

  • Menu Masak sendiri / bakar-bakaran (BBQ). Ada banyak pilihan daging, baik daging sapi, babi, atau seafood BBQ. Untuk BBQ ini kita bisa request untuk dimasakkan langsung dari Myoung Ga, tinggal kita memilih jenis daging apa, atau mau memasak sendiri di meja kita.

Harga rata-rata untuk menu BBQ ini: mulai dari Rp. 100 ribu ke atas. Waktu itu karena lumayan banyak pilihan dan bingung pilih yang mana, kita pilih yang direkomendasikan, yaitu dengan harga 130 ribu. Porsi tidak terlalu banyak, cuman seporsi piring kecil daging dengan 10 s/d 15 iris daging.

  • Menu Masakan Korea

Untuk menu masakan ada beraneka ragam, mulai dari:

* Bibimbap, seperti paket nasi + lauk dalam 1 hot pot, harga Rp. 60 ribu. Cara makan’nya harus dicampur terlebih dahulu, semua nasi + sayur + daging, diaduk menjadi satu.

* Bulgogi, masakan daging khas Korea, harga Rp. 100 ribu

* Jap Chae, bukan Cap Cai seperti masakan Chinese Food teman2, tapi ternyata berupa Mie dengan Jamur + Daging, porsi cukup besar, bisa untuk 4-5 mangkok (kecil), harga Rp. 85 ribu

* Kimchi + Pork + Tofu, kalau ini porsinya cukup banyak, bisa untuk 5 mangkok penuh, harga Rp. 100 ribu

* Aneka Sup (termasuk nasi 1 mangkok), bisa untuk 5 mangkok (kecil) harga sekitar Rp. 70 ribu’an..

* Dan masih banyak lagi lainnya, cuman nggak mungkin kan, mau dipesan semua, hehe..

  • Minuman. Minuman yang paling murah, bisa pesan Soft Drink seharga cuman Rp. 5 ribu. Tetapi kalau tidak pesan minum juga nggak masalah, karena ada teh dingin (bener nggak ya?) dan air putih yang disediakan gratis, dan selalu di-refill..

STEP #3

Naah, sekarang kita mulai masuk ke prosesi paling penting, yaitu makaaaannnn… :)

Sebelum masakan utama dihidangkan, ternyata banyak sekali compliment berupa snack / kudapan khas Korea, yang mungkin (menurut saya yaah) mirip-mirip seperti acar, kacang, dll, persis seperti di restaurant Chinese Food, cuman camilan yang disajikan tipe’nya berbeda & jauuh lebih banyak. Ada total mungkin 7-8 camilan yang bisa dinikmati bersama.

Setelah itu masakan utama muncul. Masakan yang sudah matang, cara makannya biasa saja, langsung bisa dimakan. Sedangkan untuk daging BBQ, cara makannya bisa dimakan dengan saos teriyaki, atau bisa juga dengan bawang putih (kalo nggak salah) dicampur dengan sambal bumbu tauco (mirip2 tauco, sekali lagi maaf kalo salah…). Sayuran mentah untuk daging BBQ ini disajikan terpisah, dan bisa dimakan bersamaan setelah daging dicampur dengan bumbu-bumbu tersebut…

SELAMAT MAKAN…!!

Terakhir setelah kita makan, pada waktu saya meminta bon, ternyata masih ada desert buah-buah’an dan juga kue coklat. Lumayaaan, menambah isi perut yang sebenarnya sudah kekenyangan ini, hehehe..

PostHeaderIcon Pasar Malem Tjap Toendjoengan

Akhirnya, saya berkesempatan juga untuk “celingukan” di Pasar Malem Tjap Toendjoengan. Even ini sebetulnya sudah berlangsung beberapa kali di Surabaya, tapi baru semalam saya sempat berkunjung kesana. Pasar Malem yang satu ini beda dengan pasar malem yang biasa kita kenal. Selain lokasinya yang ada di halaman sebuah pusat perbelanjaan ngetop di Surabaya, kuliner yang ditawarkan juga sangat beragam. Ada makanan tradisional yang masih mengusung rasa asli, makanan modern, ada juga campuran rasa tradisional dengan balutan modern.

Begitu menjejakkan kaki dari pintu masuk Pasar Malem ini, yang berlokasi di lapangan parkir sebelah Sogo – Tunjungan Plaza 4 Surabaya, kesan pertama adalah….. wahhhh, rame dan unik! Beragam manusia ada disini, beragam stan yang menjual beraneka macam makanan-minuman, juga baju, aksesoris dan pernak pernik lainnya. Bukan cuma itu, ada becak, dokar, bahkan lesehan di depan panggung, yang menampilkan beragam acara unik yang akan membuat betah pengunjung yang sedang lesehan disana.

Salah satu stan yang menarik minat saya adalah es pisang ijo vla durian. Secara pisang ijo dan durian adalah kegemaran saya, ehmm… gimana nih rasanya kalo digabung? Es pisang ijo adalah minuman khas makassar, biasanya dihidangkan dengan bubur sumsum dan sirop merah yang menggoda. Kali ini, sang penjual meng-eliminasi sirop merah dan bubur sumsum, diganti dengan vla yang terbuat dari buah durian.

Rasa khas dari pisang ijo, ternyata enak juga digabung dengan rasa durian yang eksotis. Yummy…. nyam,nyam,nyam! *seporsi es pisang ijo vla durian = Rp 7.000

Sayangnya karena datang kemalaman, saya tidak sempat mencoba menu-menu yang lainnya. Mudah-mudahan masih sempat datang kesana lagi sebelum berakhir tgl 15 Mei nanti. Yukk ayukkk rekkk, cangkrukan bareng ning Pasar Malem Tjap Tjoendjoengan! :)

Thanks to: Andy Suryono dan Debby Ariyani, yang udah ngajak ke Pasar Malem :)


PostHeaderIcon Bakwan vs Bakwan

Kok tiba-tiba tanganku “gatel” buat nulis perbedaan antara bakwan di surabaya dan bakwan di daerah lain, khususnya Jakarta. Berkali-kali ada kejadian unik dan menarik gara-gara salah persepsi tentang bakwan ini.

Buat arek-arek Suroboyo, bakwan adalah makanan yang terbuat dari daging yang dibentuk bulat-bulat, dimakan dengan kuah, dan teman-temannya…. siomay, tahu, dll. Pasti banyak yang bertanya…. apa itu bukan bakso namanya? hahaha…. inilah perbedaan kuliner yang mencolok antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk Surabaya, si daging bulet-bulet ini punya 3 nama, bakwanbakso… dan pentol.

Sama saja? Eits… jangan salah, 3 macam makanan itu beda. Pentol adalah kasta terendah dari si daging bulet ini, dia mengandung sedikit daging dan banyak tepung, sedangkan bakso perbandingannya seimbang antara daging dan tepung, sementara bakwan adalah jawaranya… dengan kandungan daging tertinggi, dan rasa yang beda dari bakso dan pentol. Secara penampilan dan rasa, bakwan dan bakso berbeda. Yang paling gampang dilihat adalah dari besar kecilnya bulatan… bakso lebih kecil dari bakwan. Bakso juga memiliki kuah yang lebih keruh dari bakwan, karena biasanya bakso lebih identik dengan tetelan dan kikil, dicampur dengan mie dan bihun, kadang juga ada sawi atau selada untuk sayurnya. Sementara bakwan biasanya lebih bening, tidak berlemak, dan tanpa sayur.

Nah… di daerah lain, bakwan adalah gorengan dari tepung terigu, yang dikombinasikan dengan wortel, taoge(cambah), dan kol(bahasa suroboyone kubis rek), kadang-kadang diberi udang di atasnya. Penganan ini ada juga di surabaya, dan dikenal dengan nama ote-ote (ehm… maaf, buat sebagian daerah ote-ote artinya tidak pakai baju kan? hehehe…). Satu penganan lagi yang di Surabaya disebut sebagai dadar jagung, di daerah lain dikenal juga sebagai bakwan…. ato lebih tepatnya bakwan jagung.

Bingung kan? Perbedaan yang unik dan menarik…..

Jadi inget pengalaman seorang teman dari Surabaya yang lama tinggal di Jakarta… saking kangennya sama bakwan(surabaya), begitu ada iklan di koran tentang bakwan delivery, dengan membabi-buta langsung pesan 100 biji, ternyata… yang datang adalah 100 biji bakwan ala jakarta, alias ote-ote! Gubrak! hehehe… :p

PostHeaderIcon sssttt….. rahasia ke-tokcer-an arek-arek Suroboyo

Akhir-akhir ini berbagai media sibuk menyoroti tentang keberingasan bonek.

Bonek yang ugal-ugalan….

Bonek yang selalu fit semangat mendukung Persebaya-nya…..

Bonek yang kuat stamina-nya, walaupun kehujanan dan kepanasan…..

Kok bisa ya?

Kok mereka se-fit dan se-kuat itu?

Kenapa ya?

Ternyata….setelah merenung-renung cukup lama, saya menemukan sarapan sehat arek-arek Suroboyo, yang ada dimana-mana. Dari warung kaki lima sampai restaurant bintang lima, makanan ini selalu dihidangkan sebagai ciri khas Suroboyo, dan tidak ada di kota lain (banggane rek jadi arek Suroboyo)…..

Arek Suroboyo yang merantau ke Jawa Tengah….. Papua……Jepang…..bahkan Swiss sekalipun, bila pulang Surabaya selalu mencari-cari sarapan satu ini, yang notabene sangat bergizi dan sangat khas Surabaya.

Menurut Kapanlagi.com, taoge atau yang lebih dikenal di Surabaya sebagai cambah adalah sayuran kecil dengan manfaat yang sangat besar.

Diantaranya adalah :

Mencegah Kanker

Proses menjadi taoge telah menguraikan 90 persen rantai olisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah sekali diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas. Karena mengandung banyak serat dan air, taoge membantu pengurasan kotoran dalam usus besar. Hal ini menjadi kekuatan ganda taoge dalam memerangi kanker. Dengan mendorong kotoran segera meinggalkan usus besar, sehingga tidak ada lagi zat-zat racun dalam kotoran yang dapat diserap tubuh. Dan ini akan mencegah menumpuknya zat racun yang dapat merangsang berseminya benih kanker.

Mencegah Serangan Jantung dan Stroke

Para penyandang resiko stroke dan serangan jantung yang banyak disebabkan karena kadar lemak darah melambung, dianjurkan untuk lebih banyak makan taoge. Hal ini disebabkan, saponin dalam taoge akan mengahancurkan lemak jahat LDL tanpa megganggu kandungan lemak yang baik HDL. Dan saponin yang besar dapat diperoleh dalam taoge alfafa ketika proses biji-bijian menjadi kecambah, yang secara umum kadar saponinnya naik 450 persen.

Mencegah Osteoporosis

Estrogen alami yang terdapat dalam taoge dapat berfungsi sama dengan estrogen sintetis, tetapi keunggulannya estrogen alami tak memiliki efek samping. Sehingga estrogen dalam taoge secara nyata dapat meningkatkan kepadatan tulang, susunan tulang dan mencegah keroposnya tulang.

Membangkitkan Sistem Kekebalan Tubuh

Saponin taoge juga dapat membangkitkan sistem kekebalan tubuh, yaitu dengan cara meningkatkan aktivitas sel pembuluh alami (natural killer cell), khususnya sel T-limfosit dan interferon. Selain sarat DNA, taoge kaya akan zat antioksidan yang membentengi tubuh dari radikal bebas perusak sel DNA.

Manfaat Lainnya

Karena bersifat alkali (basa), maka taoge sangat baik untuk menjaga keasaman lambung dan memperlancar pencernaan. Taoge juga baik untuk kecantikan, yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan flek-flek hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan juga melangsikan tubuh. Karena mengandung Vitamin E, taoge juga dapat membantu meningkatkan kesuburan. Bagi wanita yang rajin makan taoge, akan membantu terhindar dari kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi, pramenopause dan gangguan akibat menopause.

Waduh……waduh…..banyak banget manfaatnya ya, maka dari itu bersyukurlah arek-arek Suroboyo yang selalu sarapan dengan “LONTONG BALAP”, karena taogenya buanyakkkk…….hehehe :p

Lontong Balap adalah makanan khas Surabaya, yang gampang ditemui dimana-mana…..terdiri dari lontong, tahu, lento(susah nih menjelaskan tentang lento, yang kepengen tahu lento,mending ke Surabaya aja makan lento, hehehe….), dan tentunya buanyakkkkkkkk taoge atau cambah itu tadi.

Dimakannya dengan sambel petis, sate kerang, dan es degan (kelapa muda)…..wah, uenak tenan!

Salah satu langganan Lontong Balap yang menurut saya enak, adalah Lontong Balap Joni (di tikungan Petemon Barat dan Pasar Asem). Memang dari segi tempat mungkin kurang representatif, karena di kaki lima…..tapi rasanya…..nyam…nyam….nyam…..taogenya seger, masih kraus-kraus…..lentonya juga pas banget, gak terlalu keras, gak terlalu lembek.

Nah, berkat khasiat taoge dari si Lontong Balap ini…arek-arek Surabaya dan bonek-boneknya sehat selalu.

Jadi sudahkah anda sarapan Lontong Balap hari ini? hehehe…… :D

PostHeaderIcon Chocolating now………

dapur Cokelat dan ladang Coffee……pernah dengar nama ini?

Buat anda yang berdomisili di Jakarta, tentunya nama-nama ini sudah tidak asing lagi….

Buat anda yang berdomisili di Surabaya, dapur Cokelat dan ladang Coffee baru saja menginjakkan kakinya di Surabaya, tepatnya di jalan Biliton 77-79 (tepat di sebelah wedang ronde biliton).

Ada apa saja disini?

dapur Cokelat berdesain benar-benar dapur, dengan pernak-pernik khas dapur, teko, oven, panci…..dan lain-lain. Tepat di pintu masuk kita disuguhi pemandangan patung simbol Surabaya, ikan suro dan buaya, yang terbuat dari cokelat. Di sebelah kirinya ada air mancur cokelat yang lebih tinggi dari orang dewasa….sangat besar…!!! Dan buat para pengunjung disediakan roti kering di mangkuk-mangkuk besar, untuk dicelupkan ke dalam air terjun cokelat raksaksa itu….ehm….yummy…. :)

Masuk ke dalam……kita disambut dengan beraneka macam kue-kue cokelat, dan meja panjang yang penuh berisi beraneka macam cokelat praline/truffle/candies. Para pelayan yang sangat ramah siap membantu menjelaskan tentang cokelat-cokelat tersebut.

Untuk lebih jelasnya, dapur Cokelat bisa diakses di : www.dapurcokelat.com

Setelah berkeliling….mata saya tertarik pada sesuatu yang berbentuk binatang lucu-lucu beraneka warna, di pojok kanan dapur, di sebelah bola-bola cokelat.

Apakah itu?

Seorang pegawai yang ramah, rupanya cepat tanggap dengan keingintahuan saya, dia langsung menjelaskan, “itu permen loli mbak….dari coklat putih yang diberi rasa, lain warna…. lain pula rasanya, ada jeruk, anggur, mint, buble gum”, katanya sambil tersenyum. Wah, boleh juga dicoba nih. Saya tertarik dengan lolipop anggur berbentuk kura-kura…..persis seperti kura-kura saya di rumah, tapi yang ini bisa dimakan, hehehe…. :p

Akhirnya setelah memilih-milih beraneka cokelat di meja panjang, membungkus tiramisu individual slice, dan mencelupkan roti kering sekali lagi ke air terjun cokelat raksaksa……berakhirlah petualangan singkat saya ke dapur Cokelat…… yang sangat COKELAT!

  • Mix praline/truffle/candies ==> Rp 32.500
  • Loly Pop ==> Rp 5.000
  • Tiramisu ==> 13.500

PostHeaderIcon Minum jamuu di jamoo

Semua rakyat Surabaya tentu sudah mengenal Hotel Shangri-La, yang terletak di jalan Mayjend Sungkono-Surabaya. Tapi tahukah anda akan Jamoo? Sebuah restaurant yang berkonsep all you can eat menu, di hotel Shangri-la.

Mengapa Jamoo?

Sepintas ketika mendengar nama Jamoo, saya teringat akan jamu…. ya, jamu! Sebagai penduduk Indonesia, sudah sewajarnya kita familier dengan jamu-jamuan, mulai dari sinom yang segar, beras kencur, paitan yang aujubillah ampun deh! …… Sampai dengan kunir asem yang uenakk maknyus!

Apakah Jamoo artinya jamu? Sebenarnya sih, dalam pikiran saya, Jamoo mungkin bahasa italia atau perancis, atau apalah….. yang artinya apalah juga……masa hotel sekelas Shangri-La menamakan restaurantnya dengan jamu?

Untungnya rasa penasaran saya tidak berujung lama, di awal tahun ini saya berkesempatan untuk mencicipi Jamoo, sekaligus mengerti arti nama Jamoo.

Ternyata, memang benar bahwa nama Jamoo diambil dari kata ‘jamu’ yang berarti minuman tradisional Indonesia, dan dalam konteks kata kerja berati menjamu tamu. Dengan sedikit perubahan kata, Jamoo menyiratkan gabungan dari budaya tradisional Indonesia yang dikemas dalam konteks modern untuk melayani gaya hidup dinamis dan fleksibel bagi warga metropolis Surabaya.

Wah…. benar-benar salut buat hotel Shangri-La, yang tetap melestarikan budaya Indonesia dalam kemegahannya.

Petualangan kuliner di Jamoo dimulai dengan berjalan-jalan melihat apa saja yang ada disitu?

Salad bar, sup, dessert (cakes, ice cream, es campur, dll) itu tentunya sudah biasa ada di semua resto all you can eat. Yang menarik adalah main course atau menu utamanya. Kita disuguhi menu utama east and western. Jadi disana ada counter masakan Jepang, Thailand, Chinese, Eropa, juga Indonesia.

Yang lebih menarik lagi…..saya menemukan jamu! Benar…… JAMU!

Ada beras kencur, sinom, kunir asem, temulawak, luarbiasa!

Secara keseluruhan, makanan yang disajikan cukup lezat dan menarik, apalagi dengan adanya promo HSBC, discount sesuai umur pemegang kartu……lagi-lagi keberuntungan menghampiri saya, dengan discount 65%, atau Rp 63.000 nett, bisa minum jamuu di Jamoo ……… :) )



PostHeaderIcon Kenjeran = Kupang = Kerang

Selain BonBin(keBon Binatang), salah satu tempat paporit favoritku waktu kecil adalah Kenjeran. Pantai Ria Kenjeran, begitu nama lengkapnya pas jaman baheula, kalo sekarang kayaknya dah berubah jadi Kenjeran aja ya? Disinilah aku bisa melampiaskan hasratku untuk menyantap Sate Kerang dan Lontong Kupang, yang nikmat tiada duanya *ketip2…..

Lontong Kupang sih sebenarnya makanan khas Sidoarjo. Terbuat dari kupang(sejenis binatang laut bercangkang keras), lontong, petis, dan bawang putih. Yang asli Sidoarjo biasanya dimakan bersama lento, tapi untuk yang di Kenjeran ini minus lento. Kupang ini bisa menyebabkan alergi buat sebagian orang, gatel2 ato mual gitu deh…. tapi jangan takut! Di setiap penjual kupang, biasanya disediakan juga es degan(kelapa muda)sebagai minuman pelengkapnya, ini berguna untuk menawarkan ato menetralkan alergi itu. So, makan kupang bisa tetep jalan terussss….nyam!nyam!

Temen setia si Lontong Kupang ini adalah Sate Kerang, yang rasanya juga lautttttttt bangettttt, enyak, enyak! Dimana ada Kupang, disitu ada Kerang, ada Degan juga seh…hehehe

Bukan seperti sate pada umumnya yang dibakar ato dipanggang, Sate Kerang ini adalah kerang rebus yang ditusuk2 dan dimakan bersama bumbu petis, cabe, dan bawang putih goreng.

Lagi-lagi petis….

Memang petis adalah bahan utama buat kedua makanan khas ini, bukan sembarang petis lho, tapi petis kupang juga. Petis special ini terbuat dari air rebusan kupang, yang diendapkan, lalu diberi gula pasir, dan diaduk2 di api kecil sampai mengental menjadi petis. Olahan kupang dan petisnya ini dibuat oleh warga dusun Balongdowo, Candi-Sidoarjo. Dimana mata pencaharian semua penduduknya adalah nelayan kupang.

Selain Lontong Kupang dan Sate Kerangnya, Kenjeran yang sekarang sudah agak dibenahi,bisa jadi salah satu alternatif liburan murah meriah bersama anak-anak. Coba saja ada investor yang melirik Kenjeran dan bisa jadi seperti Ancol-Jakarta…..wah pasti lebih afdol! Kapan ya….?

PostHeaderIcon Bakso Bakar Remaja – Surabaya

Bosen ma bakso yang gitu-gitu aja?

Pengen bakso bakar…. tapi kok ke Malang jauh ya?

Ini dia solusinya… BAKSO BAKAR REMAJA

Secara tidak sengaja, saya menemukan bakso ini sedang dicicipi oleh Cimu di Lueekoh Arek tv. Penasaran karena melihat lahapnya Cimu, saya pun meluncur kesana… Bakso Remaja, jalan Golf-hotel Singgasana, Surabaya.

Kunjungan pertama, gagal dengan sukses….

Karena seperti biasa “nafsu” untuk menyantap lebih besar, begitu pesanan datang, lupa foto, lupa review…. pokoknya langsung makan! hehehe….. :p

Kunjungan kedua kemaren… semua dilarang makan! Foto dulu….jepret!jepret! Akhirnya bisa review juga! Bakso yang satu ini memang sangat menggugah selera makan, begitu datang bakso bakarnya, harumnya langsung menyeruak….. ehmmm.

Sedikit beda dengan bakso bakar Malang yang bulat-bulat, bakso bakar Remaja ini adalah bakso kotak(ada yang halus dan yang kasar)yang dipotong-potong lalu dibakar, disajikan dengan saus kacang seperti sate, dan kuah bakso yang segar.

Gak suka bakso?

Tenang aja…. yang ada di sini bukan cuma bakso bakar dan bakso campur saja, ada juga soto ayam dan pangsit mie gepeng yang gak kalah enaknya lho…

Selain rasa makanan yang jago, harganya juga jago…

Hanya dengan Rp 6.000, bisa mencicipi sepiring bakso bakar atau semangkuk bakso campur, murah kan?

PostHeaderIcon Nasi Jagung

Nasi jagung (Nasek empog) adalah variasi nasi khas bagi masyarakat Madura. Nasi ini terdiri dari nasi putih yang dicampur dengan biji jagung yang telah dimasak bersama dengan nasi tersebut (wikipedia).

Pernahkan anda mencicipinya?

Di Surabaya, nasi jagung ini dapat dijumpai di beberapa pasar-pasar tradisional. Salah satunya adalah di pasar Pacuan Kuda. Penjualnya membawa gerobak dorong mengitari seluruh pasar….. tapi awas kesiangan! Si penjual nasi jagung ini mulai beroperasi keliling pasar mulai jam 5 pagi, jadi bila anda mengunjungi pasar ini pada jam 8 pagi…… yah siap-siap gigit jari deh…. :p

Nasi jagung ini dimakan dengan macam-macam lauk, bisa dengan pecel atau urap. Ada juga tambahan lainnya, seperti : ikan asin, oseng pare, terong balado, lodeh, dan peyek kacang. Wah…… benar-benar sarapan yang lengkap dan sehat.

Nasinya kesat, tidak seperti nasi dari beras yang cenderung pulen…. pas banget kalo kita makan hangat-hangat sebagai alternatif sarapan di pagi yang dingin.

Anda tertarik? Silahkan mencoba…… awas kalo ketagihan loh! :)

PostHeaderIcon Seru-seruan bareng Xtra-L Community di Opening Ceremony “Win’s Pancakes House”

Hari Jumat kemaren, tanggal 26 Maret 2010, datang undangan dari mbak Vicky Vilea – HardRock FM, lewat Bebbie Ungsi untuk seru-seruan di opening ceremony Win’s Pancakes House di G-Walk M2-3, Citraland – Surabaya.

Ow..ow… pancakes? Yes…!! It’s my favourite food!

Dengan semangat ’45 (ato semangat 2010 ya?hehe…) aku pun datang…

Sampai disana, kesan pertamanya adalah, waw….tempatnya kiyuttttt, penuh dengan lukisan-lukisan lucu dengan warna-warna pastel yang sueger dilihat mata.

Begitu masuk, langsung disambut dengan suara ramai HardRock Fm yang lagi siaran live disana, seru euy! Acara pertama dimulai dengan sedikit sambutan dan perkenalan tentang Win’s Pancakes House, selanjutnya dilanjutkan dengan pemotongan pita, sebagai tanda simbolis Grand Opening dari Win’s Pancakes House.

Sembari menikmati potongan-potongan pancake yang lezat, ada games dan kuis seru juga yang diadakan…kompak dan hebohnya para Xtra-L Community, mengalahkan Unair, Petra, Sufod, dan Inijie yang juga hadir disana…dengan membawa pulang 4 dari 5 hadiah kuis dan games yang disediakan. *plok-plok-plok :D

Overall, rasa pancake yang lezat, dengan variasi toping yang beragam, dan ruangan cafe yang nyaman…uhmmm, two thumbs for Win’s Pancake House!

WISATA KULINER
Tentang FOOD REVIEW, cerita, dan perjalanan wisata kuliner di seluruh Indonesia, bahkan di negara lain yang telah dikunjungi oleh penulis...

Butuh bantuan untuk REVIEW? Email kita di: anloanita@gmail.com andykristono@yahoo.com