Archive for the ‘Makanan Indonesia’ Category

PostHeaderIcon sssttt….. rahasia ke-tokcer-an arek-arek Suroboyo

Akhir-akhir ini berbagai media sibuk menyoroti tentang keberingasan bonek.

Bonek yang ugal-ugalan….

Bonek yang selalu fit semangat mendukung Persebaya-nya…..

Bonek yang kuat stamina-nya, walaupun kehujanan dan kepanasan…..

Kok bisa ya?

Kok mereka se-fit dan se-kuat itu?

Kenapa ya?

Ternyata….setelah merenung-renung cukup lama, saya menemukan sarapan sehat arek-arek Suroboyo, yang ada dimana-mana. Dari warung kaki lima sampai restaurant bintang lima, makanan ini selalu dihidangkan sebagai ciri khas Suroboyo, dan tidak ada di kota lain (banggane rek jadi arek Suroboyo)…..

Arek Suroboyo yang merantau ke Jawa Tengah….. Papua……Jepang…..bahkan Swiss sekalipun, bila pulang Surabaya selalu mencari-cari sarapan satu ini, yang notabene sangat bergizi dan sangat khas Surabaya.

Menurut Kapanlagi.com, taoge atau yang lebih dikenal di Surabaya sebagai cambah adalah sayuran kecil dengan manfaat yang sangat besar.

Diantaranya adalah :

Mencegah Kanker

Proses menjadi taoge telah menguraikan 90 persen rantai olisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah sekali diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas. Karena mengandung banyak serat dan air, taoge membantu pengurasan kotoran dalam usus besar. Hal ini menjadi kekuatan ganda taoge dalam memerangi kanker. Dengan mendorong kotoran segera meinggalkan usus besar, sehingga tidak ada lagi zat-zat racun dalam kotoran yang dapat diserap tubuh. Dan ini akan mencegah menumpuknya zat racun yang dapat merangsang berseminya benih kanker.

Mencegah Serangan Jantung dan Stroke

Para penyandang resiko stroke dan serangan jantung yang banyak disebabkan karena kadar lemak darah melambung, dianjurkan untuk lebih banyak makan taoge. Hal ini disebabkan, saponin dalam taoge akan mengahancurkan lemak jahat LDL tanpa megganggu kandungan lemak yang baik HDL. Dan saponin yang besar dapat diperoleh dalam taoge alfafa ketika proses biji-bijian menjadi kecambah, yang secara umum kadar saponinnya naik 450 persen.

Mencegah Osteoporosis

Estrogen alami yang terdapat dalam taoge dapat berfungsi sama dengan estrogen sintetis, tetapi keunggulannya estrogen alami tak memiliki efek samping. Sehingga estrogen dalam taoge secara nyata dapat meningkatkan kepadatan tulang, susunan tulang dan mencegah keroposnya tulang.

Membangkitkan Sistem Kekebalan Tubuh

Saponin taoge juga dapat membangkitkan sistem kekebalan tubuh, yaitu dengan cara meningkatkan aktivitas sel pembuluh alami (natural killer cell), khususnya sel T-limfosit dan interferon. Selain sarat DNA, taoge kaya akan zat antioksidan yang membentengi tubuh dari radikal bebas perusak sel DNA.

Manfaat Lainnya

Karena bersifat alkali (basa), maka taoge sangat baik untuk menjaga keasaman lambung dan memperlancar pencernaan. Taoge juga baik untuk kecantikan, yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan flek-flek hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan juga melangsikan tubuh. Karena mengandung Vitamin E, taoge juga dapat membantu meningkatkan kesuburan. Bagi wanita yang rajin makan taoge, akan membantu terhindar dari kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi, pramenopause dan gangguan akibat menopause.

Waduh……waduh…..banyak banget manfaatnya ya, maka dari itu bersyukurlah arek-arek Suroboyo yang selalu sarapan dengan “LONTONG BALAP”, karena taogenya buanyakkkk…….hehehe :p

Lontong Balap adalah makanan khas Surabaya, yang gampang ditemui dimana-mana…..terdiri dari lontong, tahu, lento(susah nih menjelaskan tentang lento, yang kepengen tahu lento,mending ke Surabaya aja makan lento, hehehe….), dan tentunya buanyakkkkkkkk taoge atau cambah itu tadi.

Dimakannya dengan sambel petis, sate kerang, dan es degan (kelapa muda)…..wah, uenak tenan!

Salah satu langganan Lontong Balap yang menurut saya enak, adalah Lontong Balap Joni (di tikungan Petemon Barat dan Pasar Asem). Memang dari segi tempat mungkin kurang representatif, karena di kaki lima…..tapi rasanya…..nyam…nyam….nyam…..taogenya seger, masih kraus-kraus…..lentonya juga pas banget, gak terlalu keras, gak terlalu lembek.

Nah, berkat khasiat taoge dari si Lontong Balap ini…arek-arek Surabaya dan bonek-boneknya sehat selalu.

Jadi sudahkah anda sarapan Lontong Balap hari ini? hehehe…… 😀

PostHeaderIcon Chocolating now………

dapur Cokelat dan ladang Coffee……pernah dengar nama ini?

Buat anda yang berdomisili di Jakarta, tentunya nama-nama ini sudah tidak asing lagi….

Buat anda yang berdomisili di Surabaya, dapur Cokelat dan ladang Coffee baru saja menginjakkan kakinya di Surabaya, tepatnya di jalan Biliton 77-79 (tepat di sebelah wedang ronde biliton).

Ada apa saja disini?

dapur Cokelat berdesain benar-benar dapur, dengan pernak-pernik khas dapur, teko, oven, panci…..dan lain-lain. Tepat di pintu masuk kita disuguhi pemandangan patung simbol Surabaya, ikan suro dan buaya, yang terbuat dari cokelat. Di sebelah kirinya ada air mancur cokelat yang lebih tinggi dari orang dewasa….sangat besar…!!! Dan buat para pengunjung disediakan roti kering di mangkuk-mangkuk besar, untuk dicelupkan ke dalam air terjun cokelat raksaksa itu….ehm….yummy…. :)

Masuk ke dalam……kita disambut dengan beraneka macam kue-kue cokelat, dan meja panjang yang penuh berisi beraneka macam cokelat praline/truffle/candies. Para pelayan yang sangat ramah siap membantu menjelaskan tentang cokelat-cokelat tersebut.

Untuk lebih jelasnya, dapur Cokelat bisa diakses di : www.dapurcokelat.com

Setelah berkeliling….mata saya tertarik pada sesuatu yang berbentuk binatang lucu-lucu beraneka warna, di pojok kanan dapur, di sebelah bola-bola cokelat.

Apakah itu?

Seorang pegawai yang ramah, rupanya cepat tanggap dengan keingintahuan saya, dia langsung menjelaskan, “itu permen loli mbak….dari coklat putih yang diberi rasa, lain warna…. lain pula rasanya, ada jeruk, anggur, mint, buble gum”, katanya sambil tersenyum. Wah, boleh juga dicoba nih. Saya tertarik dengan lolipop anggur berbentuk kura-kura…..persis seperti kura-kura saya di rumah, tapi yang ini bisa dimakan, hehehe…. :p

Akhirnya setelah memilih-milih beraneka cokelat di meja panjang, membungkus tiramisu individual slice, dan mencelupkan roti kering sekali lagi ke air terjun cokelat raksaksa……berakhirlah petualangan singkat saya ke dapur Cokelat…… yang sangat COKELAT!

  • Mix praline/truffle/candies ==> Rp 32.500
  • Loly Pop ==> Rp 5.000
  • Tiramisu ==> 13.500

PostHeaderIcon Minum jamuu di jamoo

Semua rakyat Surabaya tentu sudah mengenal Hotel Shangri-La, yang terletak di jalan Mayjend Sungkono-Surabaya. Tapi tahukah anda akan Jamoo? Sebuah restaurant yang berkonsep all you can eat menu, di hotel Shangri-la.

Mengapa Jamoo?

Sepintas ketika mendengar nama Jamoo, saya teringat akan jamu…. ya, jamu! Sebagai penduduk Indonesia, sudah sewajarnya kita familier dengan jamu-jamuan, mulai dari sinom yang segar, beras kencur, paitan yang aujubillah ampun deh! …… Sampai dengan kunir asem yang uenakk maknyus!

Apakah Jamoo artinya jamu? Sebenarnya sih, dalam pikiran saya, Jamoo mungkin bahasa italia atau perancis, atau apalah….. yang artinya apalah juga……masa hotel sekelas Shangri-La menamakan restaurantnya dengan jamu?

Untungnya rasa penasaran saya tidak berujung lama, di awal tahun ini saya berkesempatan untuk mencicipi Jamoo, sekaligus mengerti arti nama Jamoo.

Ternyata, memang benar bahwa nama Jamoo diambil dari kata ‘jamu’ yang berarti minuman tradisional Indonesia, dan dalam konteks kata kerja berati menjamu tamu. Dengan sedikit perubahan kata, Jamoo menyiratkan gabungan dari budaya tradisional Indonesia yang dikemas dalam konteks modern untuk melayani gaya hidup dinamis dan fleksibel bagi warga metropolis Surabaya.

Wah…. benar-benar salut buat hotel Shangri-La, yang tetap melestarikan budaya Indonesia dalam kemegahannya.

Petualangan kuliner di Jamoo dimulai dengan berjalan-jalan melihat apa saja yang ada disitu?

Salad bar, sup, dessert (cakes, ice cream, es campur, dll) itu tentunya sudah biasa ada di semua resto all you can eat. Yang menarik adalah main course atau menu utamanya. Kita disuguhi menu utama east and western. Jadi disana ada counter masakan Jepang, Thailand, Chinese, Eropa, juga Indonesia.

Yang lebih menarik lagi…..saya menemukan jamu! Benar…… JAMU!

Ada beras kencur, sinom, kunir asem, temulawak, luarbiasa!

Secara keseluruhan, makanan yang disajikan cukup lezat dan menarik, apalagi dengan adanya promo HSBC, discount sesuai umur pemegang kartu……lagi-lagi keberuntungan menghampiri saya, dengan discount 65%, atau Rp 63.000 nett, bisa minum jamuu di Jamoo ……… :))



PostHeaderIcon Rasa Istimewa di balik Penampilan Biasa-Biasa

Sudah beberapa hari ini saya menginjakkan kaki di Surabaya kembali, setelah beberapa hari di Bali. Tapi kok otak ini gak bisa berhenti mikir tentang cumi goreng telor asin-nya Cak Asmo……GUBRAK!

Huhuhu…… :((

Seandainya Cak Asmo buka cabang di Surabaya……

Seandainya ada cumi goreng telor asin seenak itu di Surabaya…..

Seandainya…… Seandainya….. Seandainya….. :p

Kalo saja waktu itu pesawat dan yang menjemput gak delay, saya pasti gak tahu apa itu Cak Asmo. Nah untungnya saat itu delay (hehehe…. delay kok seneng :p).Tujuan saya setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai adalah Singaraja, bukan Denpasar. Tapi karena perut yang belum diisi sejak pagi sudah meraung-raung, jadinya saya memaksa sang sopir, yang adalah adik saya, untuk makan dulu di Denpasar.

“Makan apa aja lah….pokoknya cepet, murah, enak, dan buanyakkkkkk…..hehehe”……

Pertamanya sempet bingung juga, mau makan dimana? Ujug-ujug (mendadak) adik saya inget Cak Asmo, yang salah satu cabangnya ada di daerah Panjer Renon-Denpasar.

Pertama kali masuk ke Cak Asmo, begitu menggoda… Bau harum langsung tercium, khas chinese food yang dimasak dengan api besar.

Rumah makan ini sangat ramai, penuh dengan berbagai kalangan… dari anak muda sampai orang tua, dari yang pacaran, sampai yang datang dengan keluarga.

Begitu lihat menu…..bingung deh, mau pesan apa ya? Banyak banget macamnya…..

Setelah menimbang dan memutuskan dengan seksama (ceileee…..) akhirnya kami memesan: nasgor, capcay, mie ayam, gurame masak mentega dan cumi goreng telor asin. Untuk minumnya es teller, teh hangat, dan wedang jahe. Wkwkwkwk…..banyak banget ya, bener-bener kelaperan nih….. :)

Waktu si cumi goreng telor asin datang, saya sempat rada kecewa dengan penampilannya. Yang saya bayangkan adalah cumi yang dilumuri telor asin, seperti kepiting telor asinnya Layar-Surabaya. Tapi karena perut sudah teriak-teriak, ya sudahlah, apa saja pokoknya sikatttt….!!!

Pertama mencicipi es teller…..slurp, sueger…. ada sensasi lain karena es tellernya pake tape,

sesudah itu mie ayam, nasi goreng, dan capcay….nyam-nyam, enak…. standart halal chinese food,

gurame goreng mentega……ehmmm, yummy….bumbunya sangat meresap,

cumi goreng telor asin….loh?….kok?…whoaaa….uenak’e rekkk!!! Cumi-nya krispi, begitu digigit langsung telor asin-nya tuh lumer, kerasaaaaaaa banget….. bener-bener rasa yang istimewa di balik penampilan biasa-biasa nih. Saking suka-nya, sampai-sampai saya beli lagi dibungkus, buat dibawa ke Singaraja.

Tapi….ternyata, 2 bungkus cumi goreng telor asin masih belum cukup. Rasanya masih kepengen lagee…lagee…lagee….!!! Cak Asmo……Cak Asmo…… kapan buka cabang di Surabaya?

Cak Asmo

Tukad Gangga – Panjer Renon

Denpasar

Nasi putih : Rp 2500

Gurame goreng mentega : Rp 7000/ons

Cumi goreng telor asin : Rp 18.000

Teh hangat : Rp 2500

Wedang jahe : Rp 3500

Es teller : Rp 5500

PostHeaderIcon Kenjeran = Kupang = Kerang

Selain BonBin(keBon Binatang), salah satu tempat paporit favoritku waktu kecil adalah Kenjeran. Pantai Ria Kenjeran, begitu nama lengkapnya pas jaman baheula, kalo sekarang kayaknya dah berubah jadi Kenjeran aja ya? Disinilah aku bisa melampiaskan hasratku untuk menyantap Sate Kerang dan Lontong Kupang, yang nikmat tiada duanya *ketip2…..

Lontong Kupang sih sebenarnya makanan khas Sidoarjo. Terbuat dari kupang(sejenis binatang laut bercangkang keras), lontong, petis, dan bawang putih. Yang asli Sidoarjo biasanya dimakan bersama lento, tapi untuk yang di Kenjeran ini minus lento. Kupang ini bisa menyebabkan alergi buat sebagian orang, gatel2 ato mual gitu deh…. tapi jangan takut! Di setiap penjual kupang, biasanya disediakan juga es degan(kelapa muda)sebagai minuman pelengkapnya, ini berguna untuk menawarkan ato menetralkan alergi itu. So, makan kupang bisa tetep jalan terussss….nyam!nyam!

Temen setia si Lontong Kupang ini adalah Sate Kerang, yang rasanya juga lautttttttt bangettttt, enyak, enyak! Dimana ada Kupang, disitu ada Kerang, ada Degan juga seh…hehehe

Bukan seperti sate pada umumnya yang dibakar ato dipanggang, Sate Kerang ini adalah kerang rebus yang ditusuk2 dan dimakan bersama bumbu petis, cabe, dan bawang putih goreng.

Lagi-lagi petis….

Memang petis adalah bahan utama buat kedua makanan khas ini, bukan sembarang petis lho, tapi petis kupang juga. Petis special ini terbuat dari air rebusan kupang, yang diendapkan, lalu diberi gula pasir, dan diaduk2 di api kecil sampai mengental menjadi petis. Olahan kupang dan petisnya ini dibuat oleh warga dusun Balongdowo, Candi-Sidoarjo. Dimana mata pencaharian semua penduduknya adalah nelayan kupang.

Selain Lontong Kupang dan Sate Kerangnya, Kenjeran yang sekarang sudah agak dibenahi,bisa jadi salah satu alternatif liburan murah meriah bersama anak-anak. Coba saja ada investor yang melirik Kenjeran dan bisa jadi seperti Ancol-Jakarta…..wah pasti lebih afdol! Kapan ya….?

PostHeaderIcon Bakso Bakar Remaja – Surabaya

Bosen ma bakso yang gitu-gitu aja?

Pengen bakso bakar…. tapi kok ke Malang jauh ya?

Ini dia solusinya… BAKSO BAKAR REMAJA

Secara tidak sengaja, saya menemukan bakso ini sedang dicicipi oleh Cimu di Lueekoh Arek tv. Penasaran karena melihat lahapnya Cimu, saya pun meluncur kesana… Bakso Remaja, jalan Golf-hotel Singgasana, Surabaya.

Kunjungan pertama, gagal dengan sukses….

Karena seperti biasa “nafsu” untuk menyantap lebih besar, begitu pesanan datang, lupa foto, lupa review…. pokoknya langsung makan! hehehe….. :p

Kunjungan kedua kemaren… semua dilarang makan! Foto dulu….jepret!jepret! Akhirnya bisa review juga! Bakso yang satu ini memang sangat menggugah selera makan, begitu datang bakso bakarnya, harumnya langsung menyeruak….. ehmmm.

Sedikit beda dengan bakso bakar Malang yang bulat-bulat, bakso bakar Remaja ini adalah bakso kotak(ada yang halus dan yang kasar)yang dipotong-potong lalu dibakar, disajikan dengan saus kacang seperti sate, dan kuah bakso yang segar.

Gak suka bakso?

Tenang aja…. yang ada di sini bukan cuma bakso bakar dan bakso campur saja, ada juga soto ayam dan pangsit mie gepeng yang gak kalah enaknya lho…

Selain rasa makanan yang jago, harganya juga jago…

Hanya dengan Rp 6.000, bisa mencicipi sepiring bakso bakar atau semangkuk bakso campur, murah kan?

PostHeaderIcon Nasi Jagung

Nasi jagung (Nasek empog) adalah variasi nasi khas bagi masyarakat Madura. Nasi ini terdiri dari nasi putih yang dicampur dengan biji jagung yang telah dimasak bersama dengan nasi tersebut (wikipedia).

Pernahkan anda mencicipinya?

Di Surabaya, nasi jagung ini dapat dijumpai di beberapa pasar-pasar tradisional. Salah satunya adalah di pasar Pacuan Kuda. Penjualnya membawa gerobak dorong mengitari seluruh pasar….. tapi awas kesiangan! Si penjual nasi jagung ini mulai beroperasi keliling pasar mulai jam 5 pagi, jadi bila anda mengunjungi pasar ini pada jam 8 pagi…… yah siap-siap gigit jari deh…. :p

Nasi jagung ini dimakan dengan macam-macam lauk, bisa dengan pecel atau urap. Ada juga tambahan lainnya, seperti : ikan asin, oseng pare, terong balado, lodeh, dan peyek kacang. Wah…… benar-benar sarapan yang lengkap dan sehat.

Nasinya kesat, tidak seperti nasi dari beras yang cenderung pulen…. pas banget kalo kita makan hangat-hangat sebagai alternatif sarapan di pagi yang dingin.

Anda tertarik? Silahkan mencoba…… awas kalo ketagihan loh! :)

WISATA KULINER
Tentang FOOD REVIEW, cerita, dan perjalanan wisata kuliner di seluruh Indonesia, bahkan di negara lain yang telah dikunjungi oleh penulis...

Butuh bantuan untuk REVIEW? Email kita di: anloanita@gmail.com andykristono@yahoo.com