PostHeaderIcon Bakwan vs Bakwan

Kok tiba-tiba tanganku “gatel” buat nulis perbedaan antara bakwan di surabaya dan bakwan di daerah lain, khususnya Jakarta. Berkali-kali ada kejadian unik dan menarik gara-gara salah persepsi tentang bakwan ini.

Buat arek-arek Suroboyo, bakwan adalah makanan yang terbuat dari daging yang dibentuk bulat-bulat, dimakan dengan kuah, dan teman-temannya…. siomay, tahu, dll. Pasti banyak yang bertanya…. apa itu bukan bakso namanya? hahaha…. inilah perbedaan kuliner yang mencolok antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk Surabaya, si daging bulet-bulet ini punya 3 nama, bakwanbakso… dan pentol.

Sama saja? Eits… jangan salah, 3 macam makanan itu beda. Pentol adalah kasta terendah dari si daging bulet ini, dia mengandung sedikit daging dan banyak tepung, sedangkan bakso perbandingannya seimbang antara daging dan tepung, sementara bakwan adalah jawaranya… dengan kandungan daging tertinggi, dan rasa yang beda dari bakso dan pentol. Secara penampilan dan rasa, bakwan dan bakso berbeda. Yang paling gampang dilihat adalah dari besar kecilnya bulatan… bakso lebih kecil dari bakwan. Bakso juga memiliki kuah yang lebih keruh dari bakwan, karena biasanya bakso lebih identik dengan tetelan dan kikil, dicampur dengan mie dan bihun, kadang juga ada sawi atau selada untuk sayurnya. Sementara bakwan biasanya lebih bening, tidak berlemak, dan tanpa sayur.

Nah… di daerah lain, bakwan adalah gorengan dari tepung terigu, yang dikombinasikan dengan wortel, taoge(cambah), dan kol(bahasa suroboyone kubis rek), kadang-kadang diberi udang di atasnya. Penganan ini ada juga di surabaya, dan dikenal dengan nama ote-ote (ehm… maaf, buat sebagian daerah ote-ote artinya tidak pakai baju kan? hehehe…). Satu penganan lagi yang di Surabaya disebut sebagai dadar jagung, di daerah lain dikenal juga sebagai bakwan…. ato lebih tepatnya bakwan jagung.

Bingung kan? Perbedaan yang unik dan menarik…..

Jadi inget pengalaman seorang teman dari Surabaya yang lama tinggal di Jakarta… saking kangennya sama bakwan(surabaya), begitu ada iklan di koran tentang bakwan delivery, dengan membabi-buta langsung pesan 100 biji, ternyata… yang datang adalah 100 biji bakwan ala jakarta, alias ote-ote! Gubrak! hehehe… :p

3 Responses to “Bakwan vs Bakwan”

WISATA KULINER
Tentang FOOD REVIEW, cerita, dan perjalanan wisata kuliner di seluruh Indonesia, bahkan di negara lain yang telah dikunjungi oleh penulis...

Butuh bantuan untuk REVIEW? Email kita di: anloanita@gmail.com andykristono@yahoo.com