PostHeaderIcon Myoung Ga Traditional Korean Restaurant

Pertama kalinya makan masakan Korea, xixi.. #katrok mode :)

Tulisan ini bukan berupa preview foto dari makanan Korea, tetapi lebih ke penjelasan cara penyajian & makan di restaurant Korea, terutama yang masih tradisional seperti di Myoung Ga Traditional Korean Restaurant ini. Selain sharing ke teman-teman Liburan Murah, juga mengingatkan saya supaya tidak lupa kalau lain kali balik lagi ke sini, karena baru pertama kali ini coba makanan Korea & rasanya agak kagok, mesti tanya2 dulu sama waitress, hehe..

STEP #1

Pertama kali kita datang, waitress akan mempersilahkan kita memilih tempat duduk. Ada 2 pilihan tempat, bisa lesehan maupun duduk di kursi.

STEP #2

Memilih menu makanan. Secara garis besar ada 2 pilihan menu, yaitu:

  • Menu Masak sendiri / bakar-bakaran (BBQ). Ada banyak pilihan daging, baik daging sapi, babi, atau seafood BBQ. Untuk BBQ ini kita bisa request untuk dimasakkan langsung dari Myoung Ga, tinggal kita memilih jenis daging apa, atau mau memasak sendiri di meja kita.

Harga rata-rata untuk menu BBQ ini: mulai dari Rp. 100 ribu ke atas. Waktu itu karena lumayan banyak pilihan dan bingung pilih yang mana, kita pilih yang direkomendasikan, yaitu dengan harga 130 ribu. Porsi tidak terlalu banyak, cuman seporsi piring kecil daging dengan 10 s/d 15 iris daging.

  • Menu Masakan Korea

Untuk menu masakan ada beraneka ragam, mulai dari:

* Bibimbap, seperti paket nasi + lauk dalam 1 hot pot, harga Rp. 60 ribu. Cara makan’nya harus dicampur terlebih dahulu, semua nasi + sayur + daging, diaduk menjadi satu.

* Bulgogi, masakan daging khas Korea, harga Rp. 100 ribu

* Jap Chae, bukan Cap Cai seperti masakan Chinese Food teman2, tapi ternyata berupa Mie dengan Jamur + Daging, porsi cukup besar, bisa untuk 4-5 mangkok (kecil), harga Rp. 85 ribu

* Kimchi + Pork + Tofu, kalau ini porsinya cukup banyak, bisa untuk 5 mangkok penuh, harga Rp. 100 ribu

* Aneka Sup (termasuk nasi 1 mangkok), bisa untuk 5 mangkok (kecil) harga sekitar Rp. 70 ribu’an..

* Dan masih banyak lagi lainnya, cuman nggak mungkin kan, mau dipesan semua, hehe..

  • Minuman. Minuman yang paling murah, bisa pesan Soft Drink seharga cuman Rp. 5 ribu. Tetapi kalau tidak pesan minum juga nggak masalah, karena ada teh dingin (bener nggak ya?) dan air putih yang disediakan gratis, dan selalu di-refill..

STEP #3

Naah, sekarang kita mulai masuk ke prosesi paling penting, yaitu makaaaannnn… :)

Sebelum masakan utama dihidangkan, ternyata banyak sekali compliment berupa snack / kudapan khas Korea, yang mungkin (menurut saya yaah) mirip-mirip seperti acar, kacang, dll, persis seperti di restaurant Chinese Food, cuman camilan yang disajikan tipe’nya berbeda & jauuh lebih banyak. Ada total mungkin 7-8 camilan yang bisa dinikmati bersama.

Setelah itu masakan utama muncul. Masakan yang sudah matang, cara makannya biasa saja, langsung bisa dimakan. Sedangkan untuk daging BBQ, cara makannya bisa dimakan dengan saos teriyaki, atau bisa juga dengan bawang putih (kalo nggak salah) dicampur dengan sambal bumbu tauco (mirip2 tauco, sekali lagi maaf kalo salah…). Sayuran mentah untuk daging BBQ ini disajikan terpisah, dan bisa dimakan bersamaan setelah daging dicampur dengan bumbu-bumbu tersebut…

SELAMAT MAKAN…!!

Terakhir setelah kita makan, pada waktu saya meminta bon, ternyata masih ada desert buah-buah’an dan juga kue coklat. Lumayaaan, menambah isi perut yang sebenarnya sudah kekenyangan ini, hehehe..

PostHeaderIcon Saung Grenville

Beberapa waktu yang lalu sewaktu saya ke Jakarta, saya berkesempatan mengunjungi sebuah resto di daerah Wahid Hasyim (belakang Sarinah-Thamrin) bersama keluarga “Petani Elite”. :)
Setelah Tarakan, ini adalah pengalaman kedua saya, dan yang paling berkesan yang berhubungan dengan piting-kepiting. Secara saya tidak terlalu doyan dengan yang namanya kepiting, selain ribet makannya, rasanya pun menurut saya tidak “luarbiasa” banget.

Pertama masuk ke Saung Grenvil, yang pusatnya ada di komplek Green Ville blok A4-12a Jakarta, tampak biasa-biasa saja. Masuk ke tempat pemilihan ikan/kepiting, dll….. mulai tampak “wow” kepitinge cek gedene rekkk (*bahasa surabaya – kepitingnya besar-besar). Jadi mulai penasaran, ehmm…. gimana sih rasanya?

Menu pertama adalah Kepiting dimasak Asam Manis. Kepiting yang fresh, dan bumbu yang meresap, sehingga dagingnya terasa lembut, gurih, dan manis. Proses masaknya pun ok, sehingga juicy-nya terasa, dan….. ehmmm….. it’s ok sih kudu ribet makannya kalo rasanya seperti ini.

*Mulai mengerti “kenapa sih banyak orang doyan kepiting” hehehe….. :p

Menu kedua adalah, Kepiting masak Lada Hitam. Nah, inilah jawaranya…. Daging kepiting yang lembut, berpadu dengan saus lada hitam yang gurih dan spicy, passss bangetttt!!! Bikin pengen lagi dan lagi, yummyyy…. bener-bener pengalaman makan kepiting yang luar biasa *wenak pol rekkkk!!! :)

*Akhirnya sangat mengerti bahwa keribetan makan kepiting, terbayar dengan rasa yang memang luar biasa! hehehe….. :)

Overall, Saung Grenvile dan ce Emilia yang menyeret saya kesana, berhasil “menyadarkan” saya bahwa kepiting itu enak, lepas dari segala keribetan cara makannya, it’s very worth it! Dan sekarang setelah saya kembali di Surabaya, masih terasa di ujung lidah si Kepiting Lada Hitam…. adakah di Surabaya “rasa” seperti di Saung Grenvile?

http://www.facebook.com/pages/Saung-Green-Ville-Seafood-Restaurant/140470699345633?sk=info

PostHeaderIcon Pasar Malem Tjap Toendjoengan

Akhirnya, saya berkesempatan juga untuk “celingukan” di Pasar Malem Tjap Toendjoengan. Even ini sebetulnya sudah berlangsung beberapa kali di Surabaya, tapi baru semalam saya sempat berkunjung kesana. Pasar Malem yang satu ini beda dengan pasar malem yang biasa kita kenal. Selain lokasinya yang ada di halaman sebuah pusat perbelanjaan ngetop di Surabaya, kuliner yang ditawarkan juga sangat beragam. Ada makanan tradisional yang masih mengusung rasa asli, makanan modern, ada juga campuran rasa tradisional dengan balutan modern.

Begitu menjejakkan kaki dari pintu masuk Pasar Malem ini, yang berlokasi di lapangan parkir sebelah Sogo – Tunjungan Plaza 4 Surabaya, kesan pertama adalah….. wahhhh, rame dan unik! Beragam manusia ada disini, beragam stan yang menjual beraneka macam makanan-minuman, juga baju, aksesoris dan pernak pernik lainnya. Bukan cuma itu, ada becak, dokar, bahkan lesehan di depan panggung, yang menampilkan beragam acara unik yang akan membuat betah pengunjung yang sedang lesehan disana.

Salah satu stan yang menarik minat saya adalah es pisang ijo vla durian. Secara pisang ijo dan durian adalah kegemaran saya, ehmm… gimana nih rasanya kalo digabung? Es pisang ijo adalah minuman khas makassar, biasanya dihidangkan dengan bubur sumsum dan sirop merah yang menggoda. Kali ini, sang penjual meng-eliminasi sirop merah dan bubur sumsum, diganti dengan vla yang terbuat dari buah durian.

Rasa khas dari pisang ijo, ternyata enak juga digabung dengan rasa durian yang eksotis. Yummy…. nyam,nyam,nyam! *seporsi es pisang ijo vla durian = Rp 7.000

Sayangnya karena datang kemalaman, saya tidak sempat mencoba menu-menu yang lainnya. Mudah-mudahan masih sempat datang kesana lagi sebelum berakhir tgl 15 Mei nanti. Yukk ayukkk rekkk, cangkrukan bareng ning Pasar Malem Tjap Tjoendjoengan! :)

Thanks to: Andy Suryono dan Debby Ariyani, yang udah ngajak ke Pasar Malem :)


PostHeaderIcon Kisah Legenda Kuliner Nusantara

* Kisah Legenda Kuliner Nusantara *

Alkisah pada jaman dahulu, ada beberapa Raja dari seluruh Nusantara, yang ingin menguasai bumi nusantara yang indah ini. Setelah berperang beberapa lamanya dan tidak ada yang memenangkan peperangan tersebut, maka muncullah ide dari Adipati salah satu kerajaan.

Begini ceritanya:

Yang Mulia, daripada kita berperang terus, bagaimana kalau kita mengadakan kontes makanan khas tradisional warisan leluhur? Kita kumpulkan semua makanan terenak dari masing-masing kerajaan, dan kita adu dalam Tantangan Makanan Ter’enak…!! Siapa yang makanan’nya paling enak, akan mendapatkan wilayah kekuasaan Raya yang lain..

Setelah Raja tersebut setuju, dikirimkanlah surat tantangan kepada Raja-Raja yang lain.

Membaca surat tantangan tersebut, semua Raja di seluruh Nusantara langsung mengikuti Tantangan Makanan Ter’enak itu. Maka dikirimkanlah berbagai jenis masakan yang enaak, hmmm, yummy….

* Soto Tangkar dari kerajaan Betawi

* Brongkos Daging dari kerajaan Jogjakarta

* Tengkleng kerajaan Solo

* Kupat Tahu Gempol dari kerajaan Bandung (memang ada yaa..? Hehehe..)

* Rujak Cingur dari kerajaan Majapahit (Surabaya, kota tercinta saya,..)

* dan juga semua makanan enak & lezat khas tradisional warisan leluhur dari berbagai kerajaan lainnya..

Setelah masing-masing mengadu kehebatan masakan dari daerah’nya masing-masing, ternyata semua makanan itu sama-sama ENAK! Dan karena semua Raja yang hadir saling menyukai masakan dari kerajaan lain’nya, maka terjadilah penyatuan kerajaan dari seluruh Nusantara ini.

That’s it, what a Happy Ending..! :)

Peristiwa tersebut tetap diperingati sampai dengan sekarang, dalam bentuk “FESTIVAL JAJANAN BANGO“. Jadi bagi teman-teman Kuliner LIBURAN MURAH yang belum pernah pergi ke Festival Jajanan Bango, bisa mampir untuk mencoba masakan terenak dari seluruh Nusantara…!!

*Cerita di atas hanyalah fiksi belaka, hanya khayalan penulis tentang Kisah Legenda Kuliner Nusantara. Nama yang tercantum juga bukan nama yang sebenar’nya, hehehe..*

Apa itu “Festival Jajanan Bango” ?

Setelah mengkhayal ria di atas, berikut coba saya perjelas tentang Festival Jajanan Bango 2011 (disingkat menjadi FJB 2011), mungkin bagi teman-teman yang baru mendengar dan belum pernah pergi ke Festival Jajanan Bango di tahun-tahun sebelumnya.

FJB 2011 ini yaitu merupakan Festival Jajanan yang menyajikan makanan khas tradisional Nusantara, yang diadakan rutin setiap tahunnya oleh kecap Bango di berbagai kota di seluruh Indonesia. Naah, kebetulan tahun ini temanya yaitu “Legenda Kuliner Nusantara“, jadi makanan yang disajikan dalam FJB 2011 ini merupakan makanan yang legendaris, yang sudah bertahun-tahun turun-temurun ada di Indonesia, dan menjadi makanan warisan leluhur. Dan dalam posting tulisan Liburan Murah sebelumnya tentang Liburan ke Luar Negeri, makanan khas tradisional di Indonesia ini tidak kalah lhoo dengan makanan di luar negeri, bahkan jauuuh lebih ENAK…!!

Setiap kali saya pergi berlibur murah keluar negeri, selalu kangen dengan makanan khas Indonesia. Dan hebatnya lagi, di luar negeri makanan kita bisa dijual dengan harga yang sangat mahal lhoo, seperti misalnya restaurant Indonesia di Singapore, Australia, China yang menjual masakan khas Indonesia dengan harga yang, wuuaahh, sangat mahal…! Jadi selama kita masih tinggal di Indonesia, puas-puas’in deeh, makan masakan khas Indonesia yang terkenal lezat ini, hehe.. :)

Kota mana saja yang akan disinggahi oleh FJB 2011 ?

Kota yang dipilih dalam FJB 2011 ini termasuk kota-kota yang melegenda dalam hal “makanan khas nusantara”, seperti halnya Bekasi yang menjadi kota persinggahan pertama. Disusul nantinya dengan kota Depok, Sidoarjo, Kediri dan Malang.

Makanan khas Legenda Kuliner Nusantara dalam FJB 2011

Makanan yang akan dihadirkan dalam FJB 2011 ini juga tidak kalah melegenda. Nama-namanya mirip dengan kisah khayalan saya di atas :) , yaitu :

* Soto Tangkar Betawi H. Ahmad Muchtar

* Brongkos Daging Ibu Suprih Jogjakarta

* Tengkleng Solo Ibu Edy

* Kupat Tahu Gempol Yang Jempol Bandung

* Mi Godhog Bhumen Jaya II (di FJB 2011 Bekasi)

* Nasi Ulam Misjaya (di FJB 2011 Bekasi)

* Gabus Pucung RM. Ibu Wati (di FJB 2011 Bekasi)

* Rujak Juhi Petojo (di FJB 2011 Bekasi)

* Gule Goreng Pak Saman (di FJB 2011 Bekasi)

* Rujak Cingur Sedati Bu Nur Aini, Surabaya (di FJB 2011 Bekasi)

* dan masih banyak lagi legenda khas kuliner nusantara lainnya..

Hmmm, semuanya enak-enak, nyam-nyam….. Jadi laper habis posting tulisan ini, hehehe.. :)

Kapan tepatnya FJB 2011 ini akan diadakan ?

Naah, setelah nafsu makan mulai timbul melihat daftar makanan enak di atas, sekarang mulai bertanya-tanya, kapan tepatnya FJB ini akan diadakan? Roadshow FJB 2011 ini akan dimulai dari kota Bekasi, yang sudah diadakan pada bulan April lalu, tepatnya yaitu pada hari Sabtu, tanggal 23 April 2011. Acaranya seru, informasi acara dapat dilihat salah satunya di DETIKFOOD.

Untuk FJB 2011 di kota berikut’nya, yaitu di kota Sidoarjo, masih belum terlambat. Teman-teman, khususnya di provinsi Jawa Timur, dapat mengikuti FJB di kota Sidoarjo yang akan diadakan pada hari Sabtu, 14 Mei 2011, di parkiran GOR Sidoarjo, Jl. Pahlawan Sidoarjo. Acara akan berlangsung mulai pukul 11.00 pagi sampai dengan 22.00 malam. Sedangkan informasi untuk jadwal FJB 2011 di kota berikut’nya, dapat dilihat di Facebook Page FESTIVAL JAJANAN BANGO.

Jangan lupa untuk membawa bungkus kosong kecap Bango ukuran 85ml, kita bisa menikmati makanan dengan harga serba Rp. 10.000,- ! Selain makanan, kita juga dapat melihat berbagai kesenian rakyat dan hiburan lainnya.

Jadi jangan lupa, disempatkan untuk datang yaa, di FESTIVAL JAJANAN BANGO 2011 yang terdekat dengan kota anda…!! :)


PostHeaderIcon Bakwan vs Bakwan

Kok tiba-tiba tanganku “gatel” buat nulis perbedaan antara bakwan di surabaya dan bakwan di daerah lain, khususnya Jakarta. Berkali-kali ada kejadian unik dan menarik gara-gara salah persepsi tentang bakwan ini.

Buat arek-arek Suroboyo, bakwan adalah makanan yang terbuat dari daging yang dibentuk bulat-bulat, dimakan dengan kuah, dan teman-temannya…. siomay, tahu, dll. Pasti banyak yang bertanya…. apa itu bukan bakso namanya? hahaha…. inilah perbedaan kuliner yang mencolok antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk Surabaya, si daging bulet-bulet ini punya 3 nama, bakwanbakso… dan pentol.

Sama saja? Eits… jangan salah, 3 macam makanan itu beda. Pentol adalah kasta terendah dari si daging bulet ini, dia mengandung sedikit daging dan banyak tepung, sedangkan bakso perbandingannya seimbang antara daging dan tepung, sementara bakwan adalah jawaranya… dengan kandungan daging tertinggi, dan rasa yang beda dari bakso dan pentol. Secara penampilan dan rasa, bakwan dan bakso berbeda. Yang paling gampang dilihat adalah dari besar kecilnya bulatan… bakso lebih kecil dari bakwan. Bakso juga memiliki kuah yang lebih keruh dari bakwan, karena biasanya bakso lebih identik dengan tetelan dan kikil, dicampur dengan mie dan bihun, kadang juga ada sawi atau selada untuk sayurnya. Sementara bakwan biasanya lebih bening, tidak berlemak, dan tanpa sayur.

Nah… di daerah lain, bakwan adalah gorengan dari tepung terigu, yang dikombinasikan dengan wortel, taoge(cambah), dan kol(bahasa suroboyone kubis rek), kadang-kadang diberi udang di atasnya. Penganan ini ada juga di surabaya, dan dikenal dengan nama ote-ote (ehm… maaf, buat sebagian daerah ote-ote artinya tidak pakai baju kan? hehehe…). Satu penganan lagi yang di Surabaya disebut sebagai dadar jagung, di daerah lain dikenal juga sebagai bakwan…. ato lebih tepatnya bakwan jagung.

Bingung kan? Perbedaan yang unik dan menarik…..

Jadi inget pengalaman seorang teman dari Surabaya yang lama tinggal di Jakarta… saking kangennya sama bakwan(surabaya), begitu ada iklan di koran tentang bakwan delivery, dengan membabi-buta langsung pesan 100 biji, ternyata… yang datang adalah 100 biji bakwan ala jakarta, alias ote-ote! Gubrak! hehehe… :p

PostHeaderIcon Kuliner Yunnan: Fear Factor!

Yunnan adalah salah satu daerah / provinsi di China, dengan beraneka ragam etnis / suku, dengan keindahan alam yang juga beraneka ragam, seperti gunung, danau, gua, air terjun, peninggalan arkeologi, dan lainnya. Tetapi jangan lupakan yang satu ini: Kuliner!

Bermacam-macam kuliner dari berbagai etnis di Yunnan ini, yang (coba) kita makan, antara lain:

– Ulat, tawon, dan teman-temannya…

– Sup Batu..? (Mungkin batu tersebut mempunyai khasiat tertentu..)

– Trus ada juga macem2 ular, tapi nggak makan, cuman liat2 aja…:)

– Sedangkan masakan yang lain, masih “normal2” aja, seperti bebek Peking, sup, BBQ, dengan penyajian yang cukup unik..

Salah satu tempat makan di sana juga lumayan unik, dengan makan seakan-akan di tengah “sawah”, dengan beralaskan rumput..

PostHeaderIcon sssttt….. rahasia ke-tokcer-an arek-arek Suroboyo

Akhir-akhir ini berbagai media sibuk menyoroti tentang keberingasan bonek.

Bonek yang ugal-ugalan….

Bonek yang selalu fit semangat mendukung Persebaya-nya…..

Bonek yang kuat stamina-nya, walaupun kehujanan dan kepanasan…..

Kok bisa ya?

Kok mereka se-fit dan se-kuat itu?

Kenapa ya?

Ternyata….setelah merenung-renung cukup lama, saya menemukan sarapan sehat arek-arek Suroboyo, yang ada dimana-mana. Dari warung kaki lima sampai restaurant bintang lima, makanan ini selalu dihidangkan sebagai ciri khas Suroboyo, dan tidak ada di kota lain (banggane rek jadi arek Suroboyo)…..

Arek Suroboyo yang merantau ke Jawa Tengah….. Papua……Jepang…..bahkan Swiss sekalipun, bila pulang Surabaya selalu mencari-cari sarapan satu ini, yang notabene sangat bergizi dan sangat khas Surabaya.

Menurut Kapanlagi.com, taoge atau yang lebih dikenal di Surabaya sebagai cambah adalah sayuran kecil dengan manfaat yang sangat besar.

Diantaranya adalah :

Mencegah Kanker

Proses menjadi taoge telah menguraikan 90 persen rantai olisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah sekali diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas. Karena mengandung banyak serat dan air, taoge membantu pengurasan kotoran dalam usus besar. Hal ini menjadi kekuatan ganda taoge dalam memerangi kanker. Dengan mendorong kotoran segera meinggalkan usus besar, sehingga tidak ada lagi zat-zat racun dalam kotoran yang dapat diserap tubuh. Dan ini akan mencegah menumpuknya zat racun yang dapat merangsang berseminya benih kanker.

Mencegah Serangan Jantung dan Stroke

Para penyandang resiko stroke dan serangan jantung yang banyak disebabkan karena kadar lemak darah melambung, dianjurkan untuk lebih banyak makan taoge. Hal ini disebabkan, saponin dalam taoge akan mengahancurkan lemak jahat LDL tanpa megganggu kandungan lemak yang baik HDL. Dan saponin yang besar dapat diperoleh dalam taoge alfafa ketika proses biji-bijian menjadi kecambah, yang secara umum kadar saponinnya naik 450 persen.

Mencegah Osteoporosis

Estrogen alami yang terdapat dalam taoge dapat berfungsi sama dengan estrogen sintetis, tetapi keunggulannya estrogen alami tak memiliki efek samping. Sehingga estrogen dalam taoge secara nyata dapat meningkatkan kepadatan tulang, susunan tulang dan mencegah keroposnya tulang.

Membangkitkan Sistem Kekebalan Tubuh

Saponin taoge juga dapat membangkitkan sistem kekebalan tubuh, yaitu dengan cara meningkatkan aktivitas sel pembuluh alami (natural killer cell), khususnya sel T-limfosit dan interferon. Selain sarat DNA, taoge kaya akan zat antioksidan yang membentengi tubuh dari radikal bebas perusak sel DNA.

Manfaat Lainnya

Karena bersifat alkali (basa), maka taoge sangat baik untuk menjaga keasaman lambung dan memperlancar pencernaan. Taoge juga baik untuk kecantikan, yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan flek-flek hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan juga melangsikan tubuh. Karena mengandung Vitamin E, taoge juga dapat membantu meningkatkan kesuburan. Bagi wanita yang rajin makan taoge, akan membantu terhindar dari kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi, pramenopause dan gangguan akibat menopause.

Waduh……waduh…..banyak banget manfaatnya ya, maka dari itu bersyukurlah arek-arek Suroboyo yang selalu sarapan dengan “LONTONG BALAP”, karena taogenya buanyakkkk…….hehehe :p

Lontong Balap adalah makanan khas Surabaya, yang gampang ditemui dimana-mana…..terdiri dari lontong, tahu, lento(susah nih menjelaskan tentang lento, yang kepengen tahu lento,mending ke Surabaya aja makan lento, hehehe….), dan tentunya buanyakkkkkkkk taoge atau cambah itu tadi.

Dimakannya dengan sambel petis, sate kerang, dan es degan (kelapa muda)…..wah, uenak tenan!

Salah satu langganan Lontong Balap yang menurut saya enak, adalah Lontong Balap Joni (di tikungan Petemon Barat dan Pasar Asem). Memang dari segi tempat mungkin kurang representatif, karena di kaki lima…..tapi rasanya…..nyam…nyam….nyam…..taogenya seger, masih kraus-kraus…..lentonya juga pas banget, gak terlalu keras, gak terlalu lembek.

Nah, berkat khasiat taoge dari si Lontong Balap ini…arek-arek Surabaya dan bonek-boneknya sehat selalu.

Jadi sudahkah anda sarapan Lontong Balap hari ini? hehehe…… 😀

PostHeaderIcon Chocolating now………

dapur Cokelat dan ladang Coffee……pernah dengar nama ini?

Buat anda yang berdomisili di Jakarta, tentunya nama-nama ini sudah tidak asing lagi….

Buat anda yang berdomisili di Surabaya, dapur Cokelat dan ladang Coffee baru saja menginjakkan kakinya di Surabaya, tepatnya di jalan Biliton 77-79 (tepat di sebelah wedang ronde biliton).

Ada apa saja disini?

dapur Cokelat berdesain benar-benar dapur, dengan pernak-pernik khas dapur, teko, oven, panci…..dan lain-lain. Tepat di pintu masuk kita disuguhi pemandangan patung simbol Surabaya, ikan suro dan buaya, yang terbuat dari cokelat. Di sebelah kirinya ada air mancur cokelat yang lebih tinggi dari orang dewasa….sangat besar…!!! Dan buat para pengunjung disediakan roti kering di mangkuk-mangkuk besar, untuk dicelupkan ke dalam air terjun cokelat raksaksa itu….ehm….yummy…. :)

Masuk ke dalam……kita disambut dengan beraneka macam kue-kue cokelat, dan meja panjang yang penuh berisi beraneka macam cokelat praline/truffle/candies. Para pelayan yang sangat ramah siap membantu menjelaskan tentang cokelat-cokelat tersebut.

Untuk lebih jelasnya, dapur Cokelat bisa diakses di : www.dapurcokelat.com

Setelah berkeliling….mata saya tertarik pada sesuatu yang berbentuk binatang lucu-lucu beraneka warna, di pojok kanan dapur, di sebelah bola-bola cokelat.

Apakah itu?

Seorang pegawai yang ramah, rupanya cepat tanggap dengan keingintahuan saya, dia langsung menjelaskan, “itu permen loli mbak….dari coklat putih yang diberi rasa, lain warna…. lain pula rasanya, ada jeruk, anggur, mint, buble gum”, katanya sambil tersenyum. Wah, boleh juga dicoba nih. Saya tertarik dengan lolipop anggur berbentuk kura-kura…..persis seperti kura-kura saya di rumah, tapi yang ini bisa dimakan, hehehe…. :p

Akhirnya setelah memilih-milih beraneka cokelat di meja panjang, membungkus tiramisu individual slice, dan mencelupkan roti kering sekali lagi ke air terjun cokelat raksaksa……berakhirlah petualangan singkat saya ke dapur Cokelat…… yang sangat COKELAT!

  • Mix praline/truffle/candies ==> Rp 32.500
  • Loly Pop ==> Rp 5.000
  • Tiramisu ==> 13.500

PostHeaderIcon Minum jamuu di jamoo

Semua rakyat Surabaya tentu sudah mengenal Hotel Shangri-La, yang terletak di jalan Mayjend Sungkono-Surabaya. Tapi tahukah anda akan Jamoo? Sebuah restaurant yang berkonsep all you can eat menu, di hotel Shangri-la.

Mengapa Jamoo?

Sepintas ketika mendengar nama Jamoo, saya teringat akan jamu…. ya, jamu! Sebagai penduduk Indonesia, sudah sewajarnya kita familier dengan jamu-jamuan, mulai dari sinom yang segar, beras kencur, paitan yang aujubillah ampun deh! …… Sampai dengan kunir asem yang uenakk maknyus!

Apakah Jamoo artinya jamu? Sebenarnya sih, dalam pikiran saya, Jamoo mungkin bahasa italia atau perancis, atau apalah….. yang artinya apalah juga……masa hotel sekelas Shangri-La menamakan restaurantnya dengan jamu?

Untungnya rasa penasaran saya tidak berujung lama, di awal tahun ini saya berkesempatan untuk mencicipi Jamoo, sekaligus mengerti arti nama Jamoo.

Ternyata, memang benar bahwa nama Jamoo diambil dari kata ‘jamu’ yang berarti minuman tradisional Indonesia, dan dalam konteks kata kerja berati menjamu tamu. Dengan sedikit perubahan kata, Jamoo menyiratkan gabungan dari budaya tradisional Indonesia yang dikemas dalam konteks modern untuk melayani gaya hidup dinamis dan fleksibel bagi warga metropolis Surabaya.

Wah…. benar-benar salut buat hotel Shangri-La, yang tetap melestarikan budaya Indonesia dalam kemegahannya.

Petualangan kuliner di Jamoo dimulai dengan berjalan-jalan melihat apa saja yang ada disitu?

Salad bar, sup, dessert (cakes, ice cream, es campur, dll) itu tentunya sudah biasa ada di semua resto all you can eat. Yang menarik adalah main course atau menu utamanya. Kita disuguhi menu utama east and western. Jadi disana ada counter masakan Jepang, Thailand, Chinese, Eropa, juga Indonesia.

Yang lebih menarik lagi…..saya menemukan jamu! Benar…… JAMU!

Ada beras kencur, sinom, kunir asem, temulawak, luarbiasa!

Secara keseluruhan, makanan yang disajikan cukup lezat dan menarik, apalagi dengan adanya promo HSBC, discount sesuai umur pemegang kartu……lagi-lagi keberuntungan menghampiri saya, dengan discount 65%, atau Rp 63.000 nett, bisa minum jamuu di Jamoo ……… :))



PostHeaderIcon Rasa Istimewa di balik Penampilan Biasa-Biasa

Sudah beberapa hari ini saya menginjakkan kaki di Surabaya kembali, setelah beberapa hari di Bali. Tapi kok otak ini gak bisa berhenti mikir tentang cumi goreng telor asin-nya Cak Asmo……GUBRAK!

Huhuhu…… :((

Seandainya Cak Asmo buka cabang di Surabaya……

Seandainya ada cumi goreng telor asin seenak itu di Surabaya…..

Seandainya…… Seandainya….. Seandainya….. :p

Kalo saja waktu itu pesawat dan yang menjemput gak delay, saya pasti gak tahu apa itu Cak Asmo. Nah untungnya saat itu delay (hehehe…. delay kok seneng :p).Tujuan saya setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai adalah Singaraja, bukan Denpasar. Tapi karena perut yang belum diisi sejak pagi sudah meraung-raung, jadinya saya memaksa sang sopir, yang adalah adik saya, untuk makan dulu di Denpasar.

“Makan apa aja lah….pokoknya cepet, murah, enak, dan buanyakkkkkk…..hehehe”……

Pertamanya sempet bingung juga, mau makan dimana? Ujug-ujug (mendadak) adik saya inget Cak Asmo, yang salah satu cabangnya ada di daerah Panjer Renon-Denpasar.

Pertama kali masuk ke Cak Asmo, begitu menggoda… Bau harum langsung tercium, khas chinese food yang dimasak dengan api besar.

Rumah makan ini sangat ramai, penuh dengan berbagai kalangan… dari anak muda sampai orang tua, dari yang pacaran, sampai yang datang dengan keluarga.

Begitu lihat menu…..bingung deh, mau pesan apa ya? Banyak banget macamnya…..

Setelah menimbang dan memutuskan dengan seksama (ceileee…..) akhirnya kami memesan: nasgor, capcay, mie ayam, gurame masak mentega dan cumi goreng telor asin. Untuk minumnya es teller, teh hangat, dan wedang jahe. Wkwkwkwk…..banyak banget ya, bener-bener kelaperan nih….. :)

Waktu si cumi goreng telor asin datang, saya sempat rada kecewa dengan penampilannya. Yang saya bayangkan adalah cumi yang dilumuri telor asin, seperti kepiting telor asinnya Layar-Surabaya. Tapi karena perut sudah teriak-teriak, ya sudahlah, apa saja pokoknya sikatttt….!!!

Pertama mencicipi es teller…..slurp, sueger…. ada sensasi lain karena es tellernya pake tape,

sesudah itu mie ayam, nasi goreng, dan capcay….nyam-nyam, enak…. standart halal chinese food,

gurame goreng mentega……ehmmm, yummy….bumbunya sangat meresap,

cumi goreng telor asin….loh?….kok?…whoaaa….uenak’e rekkk!!! Cumi-nya krispi, begitu digigit langsung telor asin-nya tuh lumer, kerasaaaaaaa banget….. bener-bener rasa yang istimewa di balik penampilan biasa-biasa nih. Saking suka-nya, sampai-sampai saya beli lagi dibungkus, buat dibawa ke Singaraja.

Tapi….ternyata, 2 bungkus cumi goreng telor asin masih belum cukup. Rasanya masih kepengen lagee…lagee…lagee….!!! Cak Asmo……Cak Asmo…… kapan buka cabang di Surabaya?

Cak Asmo

Tukad Gangga – Panjer Renon

Denpasar

Nasi putih : Rp 2500

Gurame goreng mentega : Rp 7000/ons

Cumi goreng telor asin : Rp 18.000

Teh hangat : Rp 2500

Wedang jahe : Rp 3500

Es teller : Rp 5500

WISATA KULINER
Tentang FOOD REVIEW, cerita, dan perjalanan wisata kuliner di seluruh Indonesia, bahkan di negara lain yang telah dikunjungi oleh penulis...

Butuh bantuan untuk REVIEW? Email kita di: anloanita@gmail.com andykristono@yahoo.com